Belum Berjodoh ketemu SUJU (Part 2)

HUJAN…. Sebenrnya aku suka kalau hujan, khususnya hujan di malam hari. Bunyi hujan seperti lagu pengantar tidur (lebay nggak sih???) tapi yang penting jadi adem. Karena kamarku nggak ada AC, jadi kalau lagi cuaca lagi panas, kamar ku jadi panas banget, sampe kalo tidur mesti nempel ke dinding biar lebih adem. Makanya, kalau hujan malem-malem itu aku suka banget. Tapi untuk malam itu, Hujan buat aku kesel banget, hujan udah menghancurkan hariku. T_T

Menyambung cerita aku sebelumnya di “Belum Berjodoh Ketemu Suju T_T”. Karena titik-titik air sudah turun perlahan aku dan beberapa pengantri juga menggunakan payung, dan pada saat itu Big Sis pun bilang harusnya promotor memulai pengambilan nomor antrian, melihat situasi dan kondisi menurut ku tentu saja harus dimulai. Hujan-hujan begini nggak kasian apa, tapi belum sempat pemikiran itu aku sampaikan ke Big Sis, tiba-tiba aku lihat payung-payung di antrian depan tiba-tiba bergerak cepat, kenapa yah???ternyata pemilik-pemiliknya mulai berlari. Kami pun nggak ikut ketinggalan, langsung lari kencang. Aku yang kebetulan pegang payng jadi agak susah larinya, jadi di tengah jalan, aku sempat berhenti untuk menutupnya, tapi Big Sis udah lari duluan tinggalin aku.

Untung baju Big Sis malam itu Merah nge-jreng, jadi nggak susah buat mencari dia di tengah keramaian. Apalagi di tengah keramaian semerawut yang ingin cepat-cepat masuk, saling dorong-dorong, bener-bener nggak ada jarak dari 1 orang ke orang lain, dempet-dempetan ingin mencari tempat berteduh dan tentu saja berharap bisa berada di barisan depan antrian. Keramaian itu tiba-tiba membuat ku berpikir tentang demo di depan gedung MPR-DPR RI akhir Maret kemarin.

Pengaturan barisan yang udah kacau dan semuanya pasti berpikir tentang takut tidak kebagian tiket, makanya berusaha untuk berada di depan sehingga desak-desakan udah nggak bisa dicegah lagi. Aduhhh, panas banget deh pokoknya. Jam 00:00 yang ditentukan pun lewat, tapi kenapa pintunya belum dibuka juga. Ternyata di dalam sudah ada orang yang masuk, sehingga panitia akan menyelesaikan gelombang itu dulu, baru membuka pintu untuk gelombang selanjutnya. Tapi lama sekali, pintu nggak dibuka-buka, tik tok tik tok, 10 menit berlalu, orang-orang mulai rusuh, kenapa gerbang tak kunjung dibuka, emosi pun memuncak, himbauan panitia untuk bergeser ke kiri 2 langkah saja tidak dihiraukan, karena saya berada di tengah-tengah, boro-boro mau geser kanan, kiri, depan, belakang, bergerak aja sudah susah.

Dari beberapa percakapan yang saya dengar di antrian yang mumet itu, ternyata cukup banyak juga orang yang sebenernya ingin membeli tiket untuk day 2 tapi sudah mengantri sekarang, padahal jadwalnya jam 08:00, jadi tambah ramai aja. Dari antrian itu juga, banyak pengantri yang menghubungi temen0temennya yang sudah ada di dalam untuk nitip tiket. Kebetulan orang di depan ku merupakan salah satunya, jari-jarinya bergerak cepat sekali, dengan sesekali bertanya ke temannya, duduk di sektor ini kan? Hari ke 2 kan? Siapa aja? Dan dari SMS dan percakapan dia juga, aku jadi tahu sedikit tentang proses pembagian nomor antrian, yaitu dengan mengisi suatu formulir yang isinya juga aku kurang jelas. Pada awalnya aku pikir pembagian nomor antrian harusnya cepat, tinggal datang, ambil nomor udah pergi, kayak ambil nomor antrian di bank, malah nunggu giliran kita yang lama, bukan ambil nomor antriannya. Tapi yang ini kok lama??? Formulir apa sih???

Waktu terus berlalu, tapi pintu nggak kunjung buka, sorakan BUKA…BUKA udah sering dikumandangkan, tapi nggak ada respon dari pihak promotor, bikin emosi aja. Disuruh antri tengah malam dimana orang harusnya tidur tentu saja emosi orang jadi tidak stabil, lelah beraktifitas seharian dan pengen istirahat. Ini malah disuruh empet-empetan dan menunggu sesuatu yang nggak jelas, kapan mulainya. Sekitar 00:30 (sepertinya sih lebih, tapi nggak yakin juga), pintu dibuka, tapi seperti yang tadi aku bilang kekhawatiran dan emosi membuat semua pengantri berebut mau masuk, sedangkan pintu masuknya itu tidak besar, dan kita hars melewati metal detector dulu, jadi harusnya satu per satu dong masuknya, tapi….. Masalah lain terjadi. Gerbang Metal Detector itu RUSAK diterjang massa yang berebutan masuk.

(“tunggu kelanjutan kisahku ^^”)

By : Lil Sis

 

 

 

One thought on “Belum Berjodoh ketemu SUJU (Part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s