Sate Khas Senayan, Emporium Pluit

Tanggal 29 Juli Kemarin, setelah nganter papa ke bandara (tanggal 21 Juli kan aku wisuda, jadinya papa dateng ke Jakarta). Aku sama Big Sis pergi ke Pluit Juction buat nonton Spiderman. Kenapa ke Pluit Juction? Karena lebih murah dari tempat lain dan bioskop lain kebanyakan udah nggak muterin Spiderman lagi, udah beralih ke Batman, terus pengen cobain juga nonton di sono gimana. Soalnya emang blom pernah nonton ke sana, bahkan pergi ke Pluit Junction juga masih bisa diitung sama 1 tangan. Lebih sering ke mal seberangnya, Emporium Pluit.

Nah, ada cerita lucu ni, waktu nonton di Pluit Junction, jadi filmnya itu mulai jam 12.45, seperti biasa 12.30 itu pintu udah dibuka dan biasanya diputerin trailer film atau iklan, tapi gara-gara masalah teknis, waktu itu Cuma kedengaran suara aja, nggak ada gambar yang muncul di layar. Kalaupun ada pergerakan di layar, Cuma sekelabat-sekelabat kayak DVD rusak. Sepertinya sih alat pemutarnya rusak, karena gara-gara itu juga, pemutaran filmnya jadi delay (baru kali ini nonton bioskop delay, annoying banget).  Udah lewat 12.45 tapi film blom dimulai juga, pihak bioskop juga gak ngasih kabar atau permintaan maaf karena nggak on schedule. Akhirnya jam 13.00 (kurang lebih) filmnya nyala. Huff… Untung deh, kirain bakalan nggak jadi nonton. Tapi, gak lama kemudian, kira-kira 10 menit, jbleb… Lampu mati, gelap gulita @@. Security masuk dan bilang “Sorry tadi ada pemadaman lampu dari PLN , sekarang lagi mau pergantian ke Genset”. But, abis itu nggak ada gangguan, dan Spidermannya juga nggak mengecewakan.

Abis nonton, jadi laper deh, mau makan di junction, nggak tw mw makan apa, bener-bener dikit pilihan tempat makan di sana, jadi kita nyebrang deh ke emporium pluit. Dan akhirnya mutusin buat makan di Sate Khas Senaya. Lil Sis pesen Ketupat Campur, yang isinya itu ada sate 3 tusuk, telor, daging, kerupuk, sayur labu, ketupat tentunya, dan rasanya tuh enak banget. Lil Sis bukan penyuka ketupa sayur, tapi Ketupat Campur Sate Khas Senayan ini mampu membuat aku menghabiskannya bahkan kuahnya juga ludes (laper juga kali ya!!?). But Satenya sih yang paling yummy, nggak salah nama restonya Sate Khas Senayan, karena emang yang paling enaknya tuh Sate. Lain kali klo makan di sini, wajib coba satenya.

Klo Big Sis pesen nasi Bali (kalo nggak salah namanya itu). Nasi Bali ini tersiri dari Nasi, Sate lilit (kayaknya digoreng dan gak seenak sate  ayamnya), ayam suir, telor, sayur nangka sama urap, kulit ayam goreng garing (jadi kayak kerupuk), teri kacang, trus yang dibungkus daun (pepes tahu kayaknya). Nasi Bali ini juga enak, Cuma satenya mengecewakan. Tadi berharap satenya seenak sate di ketupat campur, tapi ternyata beda jauh, kalo sate ketupat campur aku kasih 9 nilainya sate yang ini dapat nilai merah alias 5. Nggak lagi deh pesen menu ini.

So, That’s it our story for Sate Khas Senayan and Our Experience watching Spiderman. Hope you enjoy it.

Thanks, Follow us if you don’t mind @SistersStories

By : Lil Sis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s