Kedai Bakmi Ko Hon Toboali, Green Ville, Jakarta

Pasti pada tau Mie Bangka dong??? Masak nggak tau, kan terkenal banget.😀 Nah Kali ini Lil Sis akan membahan tentang Mie Toboali yang sebenernya Mie Bangka juga, secara Toboali itu merupakan salah satu nama daerah di Bangka. Setelah berada di Jakarta lebih dari 4 tahun, Lil Sis sih nggak pernah menemukan Mie Bangka di Jakarta yang bener-bener seperti Mie yang biasa Lil Sis temukan dan makan di Bangka.dan belum lama ini setelah beberapa kali berkunjung ke Bakmi Aloy di Green Ville, yang kebetulan di sebelahnya berdirilah “Kedai Bakmi Ko Hon Toboali” ini, Lil Sis dan Big Sis jadi tertarik juga untuk berkunjung ke bakmi Toboali ini. Lokasinya cukup dekat dari rumah, jalan kaki sedikit sudah sampai. Oh ya, jika mungkin ada yang bertanya-tanya Ko Hon itu apa, Hon itu adalah nama pemilik kedai bakmi ini dan karena dia cowok maka dipanggil Ko Hon. ^^

Bakmi Bangka

Bakmi Bangka

Seperti yang tadi Lil Sis udah bilang, letak Bakmi Toboali ini di Green Ville berdekatan dengan Bakmi Aloy dan Bakmi Alok, sederetan pokoknya. Jalannya tidak terlalu besar, dan kalo weekend jalan yang kecil itu penuh dengan mobil parkir, bisa-bisa parkirnya bisa diujung jalan karena banyaknya mobil yang berderet parkir yang pemiliknya mengunjungi 3 warung bakmi yang emang enak-enak ini.  Oh ya Bakmi Toboali ini juga tidak Halal, karena beberapa menu ada yang mengandung Babi

Nah, disini kami pun memesan

"Drinks" => Es Teh, Liang Teh

“Drinks”

Nah, kalo nggak pesen minum nanti seret makannya, jadi kami pun memesan teh, dengan warna yang berbeda pasti temen-temen udah bisa menebak kalo ini 2 jeni teh yang berbeda. Hahaha, yup yang lebih gelp Liang Teh dan satu lagi es teh tawar biasa.Dengan harga 4rb untuk Liang teh dan 1000 untuk es teh tawar.

Empek - Empek

Empek – Empek

Empek-empek, udah jarang banget makan empek-empek yang seperti ini, dimana empek-empeknya itu belum digoreng dan kualitasnya emang bagus, dengan perpaduan ikan dan sagunya tepat jadi rasa ikannya tetap berasa dan kekenyalannya juga pas, dengan rasa yang pas di lidah, apalagi ditambah dengan cocolan atau cukanya yang pedes, asem, manis, mantep bener deh *ngiler. Tapi sedikit mahal sih, 1 potong empek-empek yang mungkin tidak lebih dari 5cm ini dibandrol dengan harga 3rb. Tapi masih mendinglah jika dibandingkan dengan tempat makan serupa yang terletak di Gg Lontar Tanjung Duren (Bakmi Lontar) yang harganya 4rb.

Kwetiau

Kwetiau

Di bakmi Toboali Ko Hon ini tersedia Mie, Kwetiau, dan Bihun yang dapat disajikan polos atau komplit. Kalo Polos, maka bakminya hanya akan disajikan dengan tauge dan daging cincang. Tentu saja mie nya sudah dibumbui dengan perasa dan kecap. Begini aja udah enak kok. Tipw polos itu dapat terlihat seperti gambar kwetiau di atas. Nggakseperti bakmi di tempat lain yang disajikan pada mangkok, Mie Toboali yang juga seperti Mie Bangka di daerah asalnya Bangka, disajikan di piring jika yang kita pesen itu Ja Mien, yang artinya Mie Kering atau Mie Goreng, Jika kita memesan Sui Mien barulah disajikan pada mangkok karena mienya akan langsung diberi kuah, nggak dipisah pada mangkok khusus.

Kuah + Aneka Bakso + Pangsit

Kuah + Aneka Bakso + Pangsit

Di sini jika kita memesan yang komplit maka kita akan mendapatkan satu mangkok yang terdiri dari aneka bakso dan pangsit. Baksonya terdiri dari bakso ikan, fu kian (bakso ikan yang dibungkus dengan kulit tahu), Tahu bakso (tahu yang sebagian isinya dipotong dan digantikan dengan daging ikan). Kuahnya refreshing banget, gurih dan biasanya kita bisa mendapatkan beberapa butir kacang kedelai di kuahnya. Menambah nutrisi kuah ini. Yummy ^^

Untuk Mie, Kwetiau, dan Bihun Polos harganya 10rb saja, tapi jika kita memilih yang komplit harganya menjadi 17rb. Selain menjual bakmi, disini juga menjualSong Sui yang juga nggak boleh ketinggal di Kedai Mie Bangka. Song Sui ini merupakan daging babi yang biasanya dicampur dengan hati dan jantung babi dimasak dengan sayuran hijau dan berkuah. Selain itu juga adaLempah Bakut, bakut atau tulang babi yang dimaask kuah yang diberi bumbu kunyit, cabe, asam jawa, dan berbagai rempah-rempah dan bumbu perasa lainnya. Nah, bisa ditebak kan rasanya asem, pedes, manis. Hehehe. Lil Sis dan Big Sis sih belum pernah mencicipi Lempah Bakut dan Song Sui nya, tapi harusnya sih enak, karena lumayan banyak pengunjung lain yang memesan menu ini.

So, aku dan Big Sis pasti masih akan tetep mengunjungi tempat ini, apalagi kalo lagi kangen makanan Bangka. Didukung dengan deketnya tempat ini dari rumahku, jadi kalo mau dan lagi craving banget, gampang perginya.  Bagi temen-temen yang ingin mencoba, sok dateng dan mencoba mie Bangka yang lebih original.

By : Lil Sis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s