Traveling to Singapore Day 1

Day 1

Tanggal 12 Juni 2013 adalah hari keberangkatan kami ke Singapore. Setelah berhari hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, aku menunggu hari bahagia ini (udah kayak mau married aja hehehe), akhirnya datang juga. Apalagi karena ini adalah keberangkatan pertama ku ke luar negeri, tentu saja jadi berlipat lipat rasa penasaran, excited, dan ketegangan yang aku rasakan (agak lebay mungkin). Hahahha.

So, pesawat kami berangkat jam 7 pagi. Kami memilih pesawat pagi, tentunya untuk efisiensi waktu, semakin pagi kita sampai ke tujuan, semakin panjang waktu yang dapat kita gunakan untuk jalan-jalan kan. Kebetulan kami berangkat tidak hanya berdua, kami pergi ke Singapore bersama Miss Pepz dan 3 orang temannya. Tetapi, walau kami pergi bareng, tapi sesampainya di sana kami berpisah, hanya di beberapa kesempatan aja kami jalan bareng, soalnya memang tujuan pergi ke sana juga berbeda.

Kami naik pesawat Air Asia, selama di pesawat cukup membosankan bagi ku, karena aku duduk terpisah dari Big Sis, jadi nggak punya temen ngobrol deh. Selain itu di sebelahku duduk 2 orang anak SMA yang tidak berhenti ngobrol, jadi nggak bisa tidur gara-gara berisik. Habis itu penderitaan utamanya, karena berangkat terlalu pagi, jadilah aku tidak sempat sarapan, dan kedua teman dudukku itu, memesan makanan di pesawat, dan ketika mereka membuka bungkus makananya, aromanya semerbak menusuk hidung dan perutku, *ngiler mode on. Untuk mengisi kebosanan itu, aku pun mengeluarkan kamera untuk foto-foto view dari jendela pesawat. Untung duduknya di dekat jendela, jadi mata bisa dimanjakan sama yang biru dan putih di atas sana. But, duduk di dekat sayap pesawat itu nggak enak ya, agak lebih berisik.

View from My Plane

View from My Plane


Sesampainya di Changi International Airport, Aku benar benar amazed dengan negara ini, mulai dari banyaknya station air minum (air keran yang bisa langsung diminum), Wifi yang tersedia, travelator(jadi nggak capek jalan), lebih rapi, dan terlihat lebih teratur. Agak deg-degan waktu mengantri di bagian imigration, soalnya denger-denger bakalan ditanyain macem-macem, gimana kalo aku nggak bisa jawab, terus dianggap meragukan, terus disuruh pulang kembali ke Indonesia. Hmmm, nightmare >___<. But ternyata, nggak seperti yang kubayangkan, petugas imigrasinya memang nggak punya senyum dan terlihat jutek, tapi sama sekali nggak ada pertanyaan, dan sepertinya mereka hanya mengecek wajahku dan foto yang tertera di passport, setelah itu pasport ku di cap dan selesai. Aku pun diterima masuk ke Singapore…

Setelah itu aku, Big Sis dan rombongan pergi ke bagian pengambilan bagasi, nggak terlalu lama seluruh tas dan koper kami sudah lengkap, jadi kami pun langsung pergi untuk keluar dari bandara ini. Tapi sebelumnya MIss Pepz ingin pergi untuk membeli sim card untuk digunakan di Singapore, lumayan biar bisa internetan, cari jalan untuk ke tempat yang ingin dikunjugi. Aku nggak perlu beli, karena kebetulan aku pake XL, dan jika aku memilih network M1 di Singapore, aku bisa menggunakannya untuk internetan free selama 3 hari, dan karena aku memang hanya 3 hari di Singapore, kami pun tidak memerlukan sim card tambahan.

Setelah itu kami, aku dan Big Sis pun berpisah dengan rombongan Miss Pepz, karena Miss Pepz masih harus menunggu temannya yang berangkat dari Jogja. Aku dan Big Sis memutuskan naik MRT ke tempat kami menginap. Dari terminal kami sampai, kami naik sky train dulu hingga ke terminal yang terhubung dengan MRT (sorry lupa terminal apa). Nah, sebelum naik MRT, kami melakukan top up ez-link card dulu di mesin yang tersedia di sana, karena ini pertama kali, cukup bingung juga caranya, tetapi untungnya ada petugas yang membantu kami, bahkan dia bisa berbahasa melayu loh.

Kami menginap di sekitar China Town, kami pun naik MRT, Dari Changi, kami harus turun di Tanah Merah untuk transit, kemudian naik MRT ke arah Joo Kon dan turun di Outram Park untuk berganti ke North East Line. Setelah naik dari sini, pemberhentian pertama adalah Chinatown, dan kami sampai. Walaupun kami membawa koper, tapi perjalanan dari airport sampai ke tujuan tidaklah susah, dan cukup nyaman dan aman. Tapi memang cukup memakan waktu jika dibandingkan dengan menggunakan Taxi. Karena, secara kebetulan kami bertemu Miss Pepz di Chinatown station, bahkan miss pepz sudah sempat check in ke hotel dan beres-beres dulu baru akhirnya keluar untuk memulai perjalanan. Dan mereka naik “Taxi”.  Tapi harganya beda ya, naik MRT tentu jauh lebih murah. Semuanya ada plus dan minusnya, tinggal temen-temen mau pilih yang mana.

Kami menginap di Beary Best Hostel, awalnya agak kesulitan menemukannya, kami malah menemukan beary good yang masih saudaraan sama beary best, jadi sambil berjalan ke sana, dan kami mulai kelaparan, dan kami melihat restoran india yang menjual nasi briyani, kami pun mampir ke sana, sekalian ngadem dan makan (laper banget cuy!!!). Dan ternyata entah memang kami masuk ke restoran yang salah atau memang nasi briyani itu tidak seenak kabarnya. Nasinya memang berbeda dengan di Indonesia, bulirnya lebih panjang dan ramping, dan dimasak dengan kunyit sehingga berwarna kuning, mungkin dengan tambahan rempah rempah lain yang malah membuat aroma aneh dari nasi ini, tapi ayamnya empuk dan enak, porsinya juga cukup besar, tapi aku bisa mengatakan ini tidak recommended, bayangkan saja aku dan Big Sis dalam keadaan lapar berat, tapi 1 porsi nasi briyani saja berusaha kami habiskan dengan susah payah. But, lumayan lah, untuk mengisi perut yang sudah berteriak bahkan meraung raung ini.

Sesampainya di hostel, kami pun mengurus proses check in, seperti harus memberikan deposit terlebih dulu, tapi karena belom jam 2, kami belum bisa check in ke kamar dan menaruh barang-barang kami di kamar, jadi kami pun menitipkan koper kami ke pihak beary best. Oh ya, ketika itu resepsionisnya lumayan loh, ganteng dan very helpful. Oh ya, sesampainya di hostel, aku menemukan wajah yang familiar, ternyata teman dudukku di pesawat dan teman-temannya menginap di tempat yang sama. Hmmm, kebetulan yang menarik, sayang mereka berondong, coba kalo nggak, mungkin aku udah TP TP😀

Kami pun melanjutkan perjalan kami ke Buddha Tooth Relic Temple yang juga terletak di Chinatown, di perjalanan kami melihat pura dan mesjid, bukankah itu berarti warga singapore bisa hidup saling menghormati, tempat ibadanya aja deket-deketan. Oh ya, kebetulan di Pura itu ada yang sedang melakukan prosesi pernikahan, kami menemukan 2 mobil pengantin di sana.

Wedding Car

Wedding Car

Sesampainya di temple, kami pun berkeliling, temple ini punya 4 lantai, dan di lantai 4 la, relic buddha disimpan, suasananya di lt 4 ini memang benar-benar khidmat dan cocok buat temen-temen yang mau meditasi, suasananya enak dan teduh banget di hati. Di rooftopnya, juga ada taman bunga, dan patung-patung budha. Dan jangan takut kalo membawa orang tua, temple ini dilengkapi lift sampai lt. 4, dan jika mau ke rooftop nya, disediakan fasilitas, seperti kursi yang dapat naik turun, jadi nggak perlu takut. Oh ya karena ini tempat ibadah, tentu saja pakaian yang digunakan juga harus sopan, jangan menggunakan celana pendek atau baju yang terlalu terbuka. Tapi jika emang kebetulan nggak bawa celana panjang atau baju yang sopan, di temple ini di pintu masuknya disediakan kain, yang bisa kita pinjam selama di temple, untuk menutupi bagian-bagian tubuh kita yang terbuka. Di sini juga tersedia air minum, dan karena di hostel kami nggak disediain air minum (sebenernya bisa ambil dari air kran, tapi kok berasa kurang yakin ya ), aku dan Big Sis pun mengisi botol kami di sini, lumayan dibanding mesti beli air minum. Ada yang gratis kenapa nggak. wkwkwkwk.

Buddha Tooth Relic Temple

Buddha Tooth Relic Temple

Buddha Tooth Relic Temple

Buddha Tooth Relic Temple

Selanjutnya, kami pun pergi ke science center, kami pergi naek MRT ke sana. Dari Chinatown station, kami naik MRT ke arah Harbour Front dan turun di Outram Park station, di sana kami harus berganti ke east west line dan naik MRT ke arah Joo Kon, dan turun di Jurong East Station. Sesampainya di Jurong East Station, dari informasi yang kami dapat dari gothere.sg kami harusnya menaiki bus ke untuk menuju Science Center, tapi kami bingung harus naik bus yang mana, dimana kami harus naik dan turun nantinya. AKhirnya kami pun membuka map melalui handphone, dan kami pun menyadari tempatnya tidaklah terlalu jauh, kami pun memutuskan untuk berjalan kaki, setelah berjalan melintasi jalan sempit yang kiri kanannya toko, kami pun menemukan perempatan yang di salah satu sisinya terdapat Science Center, Hooray, We found it!!! Kami pun masuk dan menuju loket untuk membeli tiket. Kami membeli tiket Science Center + Snow City, kedua tempat itu memang berdekatan, sebenarnya masih ada Omni Theater yang terletak di antara Science Center dan Snow City, tapi 4D juga sudah banyak di Indonesia, jadi kurang tertarik deh.

Science Center

Science Center

Science Center

Science Center

Kami memutuskan untuk pergi ke Snow City dulu, di snow city ini kita dapat meminjam Jacket dan boot secara gratis, tapi jika teman-teman mau meminjam glove atau celana panjang, maka kita harus membayar biaya sewa. Kita tidak diperbolehkan membawa kamera ke dalam, jadi barang-barang kita bisa disimpan eke dalam loker yang sudah disediakan, tapi ada feenya 1$. Snow City ini tidak terlalu besar, ketika masuk kita akan dihadapkan dengan balok balok es yang dipahat menjadi binatang, tanaman, dan seluncuran untuk anak-anak. Dan ketika masuk ke daerah lebih dalam, kita bisa merasakan berjalan di tempat yang dilapisi salju tebal dan dinginnnnn banget. Di sini kita bisa main seluncuran es dengan duduk di atas ban, aku dan Big Sis membawa ban masing-masing satu dan naik ke atas untuk mengantri berseluncur, sambil mengantri, adrenaline pun terpacu, dag dig dug menunggu giliran, akhirnya setalah melihat orang-orang melakukannya bersamaan bisa berdua, bertiga atau berempat, tidak harus sendiri sendiri, kami pun memutuskan untuk melakukannya bersama. Sangat licin ketika berjalan di atas es, makanya harus hati-hati sekali, dan ketika duduk di ban, kemudian di dorong ke depan oleh petugasnya, swingggg, dingin, tapi seruuu banget. Jadi pengen lagi. Tapi Big Sis kedinginan gara-gara itu, makanya kami pun memutuskan untuk keluar dulu, dan akhirnya Big Sis tidak ikut aku untuk mencoba untuk kedua kalinya. Dan sama seperti yang pertama, dag dig dug, but seru banget gan…. Dan petugas yang jaga di bawah seluncuran juga ganteng banget, unyu unyu gitu. ^^

Di Science Center, atraksinya ada yang terdapat indoor dan outdoor, semuanya menarik-menarik, dari ilmu mengenai suara, berat, gerak, cahaya, penemuan-penemuan aneh, robot, bisa kita lihat di sini. Mungkin tepat buat orang tua yang ingin mengajak anak-anaknya main. Banyak sekali alat-alat yang pasti akan menarik rasa keingintahuan kita. Di sini nggak cuma dipajang alat-alatnya, tapi kita memang bisa mencoba memainkannya atau menggunakannya, jadi tentu saja, bakalan asyik banget di sini buat mencoba semuanya.

Setelah puas bermain, kami pun memutuskan untuk pergi ke IKEA untuk makan. Tapi naik apa ya??? Agak bingung karena dari yang kami baca satu-satunya cara adalah naik bus. Kami pun memberanikan diri untuk bertanya kepada security di sana, dan surprisingly securitynya benar-benar sangat helpful. Dia benar-benar menunjukkan jalan, dan mencari cara yang termudah agar kami bisa sampai ke tujuan. Dari tuntunan dia, kami pun berhasil sampai ke halte bus dan menaiki Bus yang tepat. Setelah naik Bus, kebingungan kami adalah, kapan kami harus turun, kami tahu nama haltenya, tapi berbeda dengan MRT, bus tidak menyebutkan nama halte selanjutnya. Akhirnya kami pun bertanya ke supirnya, dan dengan sangat helpful dia juga berjanji akan memberi tahu kami jika kami harus turun, dan memang benar-benar dia lakukan.

Di IKEA, kami bukan mau berbelanja alat-alat rumah tangga, tapi kami mau makan di sini. Di cerita Big Sis sebelumnya, Big Sis udah pernah makan di sini, tapi karena kangen dengan rasanya dan aku yang juga belum pernah makan, kami pun memutuskan makan di sana. Untunglah kali ini tidak perlu mengantri panjang, kami sudah bisa makan. Oh ya, di sini, aturannya kita harus membersihkan makanan kita sendiri, jadi setelah selesai makan, tray, piring, gelas, dan sampah makanan kita, harus diletakkan di tampat yang memang sudah disediakan.

Swedish Meat Ball, Chicken Wing

Swedish Meat Ball, Chicken Wing

Setelah selesai makan, kami pun berniat pergi ke Marina Bay Sands, kami naik bus samapi ke station Queenstown. Di pinta stationnya ada yang jual es krim 1$. Karena penasaran, aku pun membelinya, ternyata ini hanya es krim walls yang berbentuk seperti balok besar, yang kemudian dipotong lebih kecil, dan kita bisa pilih, mau dijepit denagan wafer atau roti, aku memilih wafer. kami pun dengan senangnya melahap es krim yang enak itu masuk ke stasiun. Tap kartu ez-link kami, berjalan menuju peron, naik eskalator, tiba-tiba seorang petugas wanita menghampiri kami dan mengatakan, kami harus makan di luar, di dalam stasiun dan MRT tidak boleh makan dan minum(kami hanya tau di dalam MRT saja). Kami bisa didenda 5000$ jika ditangkap. Tapi karena dia sadar kami adalah turis dan tidak tahu peraturna itu, dengan baik hati dia membukakan jalan agar kami tidak perlu menggunakan ez-link card kami lagi, dan setelah kami selesai kami pun dibukakan jalan masuk kembali. Benar-benar helpful dan ramah.

Lanjut ke perjalanan kami, dari station Queenstown, kami naik MRT ke arah Pasir Putih dan turun di Rafles Place station. Dari sana kami pun menyusuri jalan, hingga sampai ke patung Merlion, lalu kembali menyusuri jalan sampai ke Marina Bay Sand, di sepanjang jalan itu, kami melewati esplanade, dan menemukan banyak orang-orang yang berolahraga, baik jogging atau pun bersepeda, karena tidak ada polusi udara, mungkin olahraga di pinggir jalan malah jadi hal yang fun di sana. Sesampainya di MBS, kami sempat masuk ke casino, mengambil minum gratis, dan melihat lihat orang bermain, dan akhirnya kami duduk-duduk untuk melihat pertunjukan water and laser show di MBS. Pertunjukan menarik, air dan laser, ditambah dengan pencahayaan dan efek-efek bubble benar-benar malam yang indah di negeri orang. ^^. Tentu saja foto-foto tidak ketinggalan.

Journey to Merlion and MBS

Journey to Merlion and MBS

Journey to Merlion and MBS

Journey to Merlion and MBS

MBS laser show

MBS laser show

Akhirnya, perjalanan kami yang panjang ini pun berakhir di sini, kami pulang ke dari Marina Bays Station, turun di Rafles Place dan pindah ke East West Line naik MRT ke arah Joo Kon dan turun di Outram Park untuk pindah ke North East Line dan turun di Chinatown Station. Sesampainya di hostel, kami menemukan resepsionisnya berbeda, tetapi dia bisa berbahasa melayu, jadi mungkin lebih mudah berkomunikasi. Kami mengambil koper dan dia menjelaskan beberapa peraturan, seperti breakfast dimulai jam 6 – 10 pagi, dan kami di beri kartu sebagai akses card ke kamar dan untuk masuk ke hostel itu sendiri. Setelah dia mengantarkan kami ke kamar, namanya juga hostel, kamar kami tidak terlalu besar, hanya ada 1 bunk bed, 1 standing cermin, 1 standing fan, 1 AC, 1 fan yang ditempel di langit-langit kamar. Sudah disediakan handuk juga untuk masing-masing orang, Kamar mandinya ada 2 jenis, khusus cewek atau gabung cewek cowok, Setiap biliknya tidak terlalu besar, tetapi terdapat hot and cold water. Tersedia hair dryer juga. Lumayan untuk taraf hostel. Karena udah capek dan ngantuk banget, setelah mandi, sukses langsung tidur setelah nempel ke bantal.

So, enough for Day 1, wait for Day 2…. ^^

By: Lil Sis

3 thoughts on “Traveling to Singapore Day 1

  1. Jubah Dress says:

    Masa kat kedai makan tadi… ramai yg sembang bab nie…
    saya agak kurang faham… tapi lepas baca karangan awak…
    saya dah mula dapat tangkap maksud diorg… terima kasih atas post
    yang bermanafaat nie..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s