Traveling To Thailand – Day 5

Hari ini hari ke 5 kami di Thailand yang artinya adalah besok kami haru spulang ke Jakarta. Cukup sedih karena sadar kalau liburan ini akan segera berakhir. Tapi di satu sisi, mungkin kami juga sudah agak merindukan Indonesia. Hari ini, aku dan Big Sis berencana pergi ke Pattaya, keliling keliling tempat wisata di sana, bermalam di sana dan besoknya kembali lagi ke Bangkok untuk pulang ke Jakarta. Holiday is over.

So, seperti hari hari biasanya, bangun tidur, mempersiapkan diri dari bersih bersih, makan dan mengecek kembali jadwal acara kita hari ini. Yang membedakan untuk hari ini adalah kami tidak melalng buana naik BTS untuk pergi ke tempat tujuan kami. Karena Pattaya cukup jauh dari Bangkok dan di Pattaya sendiri tidak ada friendly transportation for tourist (it is my opinion_. Nggak ada BTS di sana. Kami pun memetuskan menyewa mobil lengkap dengan sopirnya untuk pergi ke Pattaya dan membawa kami berkeliling keliling. Jadi setelah kemarin sempat berkomunikasi kembali dengan jasa yang kami sewa ini, kami pun duduk manis di lobby menunggu kedatangannya sekitar jam 9 pagi.

Mini Siam

Mini Siam

Karena kami belum pernah melihat orang nya secara langsung, cukupbingung juga udah datang atau belum nih orang. Apalagi banyak sekali yang berseliweran di lobby. Hmmm, celingak celinguk pasang mata mencari cari. Setiap ada mobil yang masuk ke are hotel, pasti mata kita nggak bisa lepas dari tu mobil, sambil berpikir tentunya. Apa mobil itu ya. Hahaha. Tapi penantian kami nggak terlalu nama, datanglah seorang pria mendekati kami , berbaju biru dan nampak ramah. Dia lah driver kami untuk hari ini.

Sedikit kaget ketika berjalan ke mobilnya. Mobil yang dia bawa adalah seperti Van, yang bisa diisi 10 orang, dan kami hanya berDUA. Hahahha. Ketika masuk, interiornya cukup ok. Ada beberapa botol minum yang disediakan, tissue, jarak kursi depan dan belakang juga cukup lebar. Mobil yang nyaman untuk perjalan jauh. Dia sendiri mengaku kaget melihat kami hanya berdua. Karena biasanya dia membawa rombongan yang jumlahnya sekira 10 orang. Ketika memesan mobil kami sudah memberi tahu kalau kami hanya berdua, mungkinbos nya tidak memberi tahunya. Dari pembicaraan selama di mobil, ternyata Mr driver ini terbiasa membawa turis dari Indonesia. ucapan salam Selamat pagi, siang, malam, terima kasih, maaf, dan beberapa percakapan sederhana lainnya bisa dia lafalkan dengan tepat. Bahasa Inggrisnya walaupun dengan logat Thai tapi masih bisa kami mengert. Sepanjang jalan dia juga banyak bercerita tentang Thailand. So exciting right. Bertemu dengan orang lokal dan bagaimana dia bercerita tentnag kehidupan penduduk lokal Thailand.

Ketika kami melewati jalan yang di kiri kannanya ada pohon kelapa. Mr Driver pun bercerita, kalo di Thailand itu ada 2 jenis pohon kelapa, yang pendek dan yang tinggi. Kalau pendek itu biasanya untuk minuman, yang kita kenal sebagai kelapa bangkok. dan yang tinggi digunakan untuk memasak, yang diambil santannya. Tapi sayangnya di Thailand ketika itu sedang ada wabah terhadap pohon kelapanya. Banyak pohon kelapa yang mati. Yang menyebabkan harga kelapa jadi sangat mahal sekarang. Jika tidak cepat ditanggulangi mungkin kelapa di Bangkok teranacam keberadaannya. Banyak sekali yang diceritakan Mr Driver ke kami, dari sistem cicil mencicil KPR di Thailand, pembuatan Bus pariwisata di Thailand, dan masih banyak lagi.

Sebelum sampai di Pattaya, dia membawa kami ke sebuah tempat berbelanja oleh oleh. Mirip seperti Krisna kalau di Bali. Berbagai macam makanan khas Thailang, produk produk khas Thailand dijual disitu. Agak kaget juga, dengan beberapa papan papan petunujuk di tempat itu, seperti dibagian pakaian ada tulisan “Boleh Dicoba” benar benar dengan bahasa Indonesia. Bahkan beberapa petugas berbicara “Ayo beli”, “Murah”, “Tidak mahal”. Walaupun mungkin hanya bahasa bahasa sederhana seperti itu, tapi mungkin ini menunjukkan bahwa sangat banyak orang Indonesia yang ke Thailand. Di sini kami pun membeli beberapa oleh oleh makanan ringan produksi Thailand. Dan karena di bangkok kami gagal membeli duren, kami pun menjajalnya di sini Atas saran penjualya kami benar benar mendapatkan duren yang sangat enakkkkk. *penger duren jadinya.

Durian

Durian

Setelah puas berkeliling belanja dan mengisi perut. Kami pun kembali melanjutkan perjalanan menuju Pattaya. Sesampainya di Pattaya tempat tujuan pertama kami adalah Mini Siam. Mini Siam ini adalah tempat dimana terdapat miniatur miniatur bangunan bangunan terkenal di berbagai pelosok dunia. Ada menara Eiffel, Merlion, Opera House, Liberty, dan masih banyak lagi. Selain bangunan bangunan di dunia, di mini Siam ini juga terdapat miniatur bangunan bangunan yang juga terkenal di Thailand, seperti Palace, Wat Arun, dan masih banyak lagi.

Mini Siam

Mini Siam

Mini Siam

Mini Siam

Mini Siam

Mini Siam

So Hot that day. Setelah berkeliling keliling foto sana sini di Mini Siam, kembali masuk ke mobil bersa surga, adem banget. Setelah dari Mini Siam kami pun melanjutkan perjalanan kami pergi ke Budha Laser. Budha Laser ini adalah gambar Buddha yang ada di suatu sisi Gunung. Gambar Budha itu dibuant dengan lempeng lempengan logam berwarna Kuning. Nggak tau deh emang emas atau kuninga. Entah bagaimana mereka membuatnya, Gunungnya dibuat menjadi rata di satu sisi, lalu dibuatlah gambar Buddha yang begitu besar di sana.

Buddha Laser

Buddha Laser

Foto ini kami ambil sebelum masuk ke kawasan Buddha Laser. Atap rumah itu tuh pintu masuknya. Dan foto di bawah itu kami ambil tepat di bawah bukit tempat gambar Buddha ini melekat. So Big and so wonderful. ^^

Buddha Laser

Buddha Laser

Setelah puas melihat lihat sekitar dan berfoto ria. Aku dan Big Sis pun melanjutkan perjalanan kami. Tidak jauh jauh dari Buddha Laser, kami menuju ke Silver lake. Benar benar tepat di sebelah Buddha Laser. Silver lake merupakan perkebunan anggur. Tapi dibuat lebih menarik dengan adanya taman taman Bunga yang Indah, dan sesuai namanya ada danau yang meman gterlihat perak permukaananya, Silver Lake. Untunglah ketika kami datang ke sini cuaca tidak terlalu panas, anginnya pun sejuk. Sehingga kami bisa berjalan jalan mengitari kawasan Silver Lake ini tanpa panas panasan. Sayangnya, sepertinya anggurnya baru aja dipetik. Kami tidak menemukan sebutir anggur pun di perkebunannya. Tapi untunglah bunga bunganya mekara, yang memberikan pemandangan yang indah sekali.

Silver Lake

Silver Lake

Silver Lake

Silver Lake

SL1

Silver Lake

Silver Lake

Silver Lake

Silver Lake

Begitu banyak spot untuk berfoto di Silver Lake ini. >___<. Kita disuguhin keindahan alam yang luar biasa ditambah dengan bunga bunga berwarna warni yang mekar tersusun rapi. Wow, bagus sekali. Walaupun sinar matahari yang terkadang tertutup awan menyinari begitu terik, aku dan Big Sis tetap semangat mengitari kawasan ini. Dari pintu masuk, melihat ke kiri dan ke kanan benar benar indah. Sayangnya waktu kami cukup terbatas di sini. Kmai hanya punya waktu kurang dari 1 jam, untuk kembali jalan. Tujuan kami selanjutnya adalah Nong Nooch. Ada show di sana yang akan mulai jam 15:00, makanya kami cukup buru buru di sini. Dari postingan ini, temen temen pasti tau kalo kami sama sekali belum makan dari pagi. Laperrrrrr. Karena kelaparan inilah kami singgah sebentar di toko souvenirnya. Di sini mereka menjual bermacam minuman dan makanan hasil olahan anggurnya. Kami pun membeli :

Grape Pie

Grape Pie

Grape Pie. Lil Sis termasuk pecinta pie, termasuk Pie anggur ini. Mungkin karena juga lagi laper, so it’s taste so good. Walaupun cuma isi 9, tapi lumayan untuk ngeganjel perut kami berdua.

Grape Juice

Grape Juice

Untuk urusan tenggorokan, kami pun membeli Grape Juice. Segerrr, habis panas panasan keringetan muterin kawasan Silver Lake yang luas banget, juice anggur yang dingin manis seger ini bener bener wake us up. Memberi tenaga lagi buat kami melanjutkan perjalanan ini. *lebay

So, akhirnya kami pun melnajutkan perjalan ke Nong Nooch Garden dan Resort. Di Nong Nooch ini tempat wisata yang terdapat banyak sekali atraksi. Dari adanya taman yang keren banget. Dekorasi dekorasi taman tamannya yang indah. Di Nong Nooch ini juga ada tempat untuk menginap atau resort, tapi berdasarkan budget yang kami punya, tak mungkinlah sepertinya kami menginap di situ malem ini. Hahahaha. Ada berbagai pertunjukan khas Thailand dan pertunjukkan Gajah. Nong nooch ini juga sangat luas. Sampai sampai Mr Driver yang menunggu kami di parkiran mengira kami tersesat karena tidak kunjung balik menemui dia. Padahal kami yang terlalu asik mengitari seluruh kawasan Nong Nococh ini. Hahaha, check our photos…

Nong Nooch Show

Nong Nooch Show

Sorry for the bad angel. Kami telat nyampenya. Waktu masuk, temapt duduk udah penuh semua. Hanya yang di sisi kiri atau kanan panggung yang masih kosong. Akhirnya jadilah kami berdua liatnya dari samping. Selain tari tarian kayak di foto ada pertunjukan Thai Boxing, lalu ada permainan khas Thailand, ada gajah juga naik ke atas panggung ini. @_@. Setelah pertunjukan pertama selesai, kami langsung menuju pertunjukan gajah. Gajahnya bisa nari nari, bosa main bowling, bisa shoot balon dengan panah. Bisa angkat angkat penonton. Hahahha. Amazed bagaimana bisa gajah dilatih seperti itu. Ketika disuruh menari dia menari ketika disuruh main bowling dia main bowling bahkan dapat berekspresi ketika bolanya nggak kena pin pinnya. Keren.

Cup Noodle

Cup Noodle

Cup Noodle. Yup, that’s right. We are once again hungry. Grape Pie tidak bertahan lama, setelah menontoh pertunjukan gajah,kami pun membeli Cup Noodle, sekali lagi untuk ngenganjel aja. Hahahaha. Cup Noodlesnya rasa tom yum, lebih asem dari yang pernah kami makan sebelumnya. But tetep enak dan lumayan buat perut laper ini. Habis makan lanjut dong petualangan besar kami menulusuri seluk beluk Nong Nooch. Here we Go….

Nong Nooch

Nong Nooch

Nong Nooch

Nong Nooch

Nong Nooch

Nong Nooch

Jagung Rebus

Jagung Rebus

Jagung rebus. Cup Noodle tadi nggak cukup menahan lapar kami, berjalan beberapa blok, dan melihat beberapa turis memakan jagung, perut pun kembali berteriak. So, we buy it.

Setelah berkeliling keliling, kaki capek pegal dan berasa kucel penuh keringat. Kami pun memutuskan untuk menyudahi journey kami hari ini. Kami pun memutuskan untuk pergi menuju hotel. Kami menginap di Ibis Pattaya. Kami sudah booking hotel ini sejak jauh jauh hari, jadi kami tidak perlu takut hotelnya penuh dan kami terlontang lantung di jalanan nggak punya tempat menginap. Mr Driver sebelum mengantarkan kami ke hotel, dia megajak kami memutari daerah sekitar hotel untuk menunjukkan kami tempat temapt menarik sekitar hotel, seperti Big C untuk belanja, pantai, Hard Rock Cafe, dan Tiffany Kabaret Show. So helpful right. Sampai di hotel, check in, say bye to Mr driver, go to the room, and start to clean our body. Benar benar hari yang melelahkan.

Ibis Hotel Pattaya

Ibis Hotel Pattaya

Setelah selesai membersihkan diri, kami pun memutuskan untuk makan yang sebenarnya. Bukan cuma buat ganjel but really really eat. Di depan hotel kami terdapat banyak sekali stand stand yang menjual makanan, baju, dan oleh oleh khas Thailand. Tapi unuk saat ini kami hanya tertarik dengan makanannya saja. So, Kami pun memesan :

Coconut Ice Cream

Coconut Ice Cream

Ice Cream for appetizer. Nggak cocok sih, cuma gara gara kangen sama coconut ice cream di Chatuchak, stand ice cream ini langsung terpaku di mata. Untuk rasa masih enak yang kami makan sebelumnya di Chatucak. Miss it so badly.

Pork Satay

Pork Satay

Pork Satay. Nggak bisa lupa enaknya sate babi yang dulu pernah kami coba ketika keluar dari Wat Pho. Yang ini juga enak sekali. Yummy..

Duck and Noodles

Duck and Noodles

Setelah selesai dengan appetizer kami pun memutuskan membeli makanan utama kami. Lil Sis memutuskan untuk mencoba mie dengan daging bebek ini. Di Indonesia, Lil Sis pernah memakan Bihun bebek dan rasanya enak, harapan ku sih rasanya nggak jauh beda dengan bihun bebek di Indo, but mengecewakan, rasanya nggak enak. lebih tepatnya kuahnya nggak enak, dan daging bebeknya amis. Kecewa.

Hoi Tord

Hoi Tord

Kangen dengan kedai di Ratchathewi Station, Big Sis pun membeli Hoi Tord. Dari penampilan mungkin temen temen bisa lmelihat kalo Hoi Tord yang kami makan di Bangkok juga jauh lebih enak dari pada ini. Sekali lagi Kecewa.

Setelah makan kami pun kembali ke Hotel, Big Sis dan aku pergi ke Internet Station untuk mengecek email, dan tentu saja Big Sis menghubungi driver kami yan glain untuk besok. Dia akan mengantarkan kami kembali ke Bangkok, tepatnya ke Bandara untuk pulang. Hiks… Once again Holiday is over. Sekitar jam 7, kami akan menonton pertunjukan kabaret Tiffany’s Show. Jadi setelah acara browsing kami selesai, kami pun pergi ke sana. Dari Ibis Hotel ke Tiffany’s Show benar benar sangat dekat. Kami berjalan kaki tidak sampai 5 menit sudah menemukan gedungnya. Banyak sekali mobil mobil yang parkir. Show yang kami akan tonton adalah show kedua malam itu pukul 19.30, show pertama pukul 18:00, dan show terakhir pukul 21:00.

Tiffany Show

Tiffany Show

Setalah menukar tiket di booth ticket, kami pun naik ke lantai dua. Di sana disediakan minuman bagi penonton free, dan free flow. Jika minuman mun habis tinggal abil lagi aja minuman yang sudah disediakan. Dan akhirnya ketika jamnya tiba kami pun masuk ke ruangan. Benar benar pertunjukan yang spektakuler, para pemainnya sungguh sangat cantik, aku sebagai wanita pun mengakui kalau mereka sangat cantik. Jika aku bertemu mereka di jalan tanpa tau mereka pemain di Tiffany’s Show, aku akan bialng mereka wanita tulen, buka transgender. So real woman, with small face, nice body, mily white shin. WOW.

Akter show, we decide to fill our stomach again… Ini malam terakhir kami di Thailand tentunya tidak boleh kami habiskan di kamar saja. Kami pun menuju stand stand di depan hotel kami lagi. Kami pun membeli…

Fried Chicken

Fried Chicken

Again fried chicken …. Thailand fried chicken menurutku enak apalagi jika dibandingkan dengan ayam goreng pinggir jalan di Indonesia. Ayam goreng tahilang lebih berasa bumbunya, nggak hanya di luar tapi di dalamnya juga. 

Manggo with Sticky Rice

Manggo with Sticky Rice

Mango with sticky rice. Mangganya manis tapi ada asam asamnya juga. but menurutku ini adalah mangga yang tepat untuk dimakan dengan sticky rice yang manis asin dan guruh di saat yang bersamaan. Untuk sticky ricenya sedikit kurang gurih menurut ku, saos santannya juga tidak kental dan kurang gurih, tapi mangganya sih mantap…

Lime Ice Cream Walls

Lime Ice Cream Walls

Dan untuk desset malam ini, aku membeli Lime Ice Cream Walls di Seven Eleven di sebelah Ibis. So refreshing Ice cream asem asem manis. Happy after eat this.

So, today is over. Kami pun mengistirahatkan jiwa dan raga kami hari ini.

By: Lil Sis

2 thoughts on “Traveling To Thailand – Day 5

    • Sister's Stories says:

      Hi Maria,
      Dulu saya komunikasi dengan Mr Nico ini via BBM. Pin nya 2AC443CE . Mr Nico ini sih orang Thai, cuma bisa bahasa indonesia sedikit sedikit, tapi biasanya drivernya bukan dia, Drivernya juga orang Thai tapi Englishnya bagus, ramah juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s