Traveling To Korea – Preparation – Apply Sendiri Visa South Korea

Kalo di postingan sebelumnya, Lil Sis cerita tentang 10 Must have item to go to Korea in autumn, sekarang lil Sis mau cerita tentang perjuangan kami berempat mengurus yang namanya VISA. Perjuangan mendapatkan VISA ini mungkin udah hampir mirip kayak perjalanan ke barat mencari kitabsuci oleh Biksu Tong, Sung Go kong dan teman temannya. Walaupun kami nggak dikejar kejar siluman tapi cukup bikin jantung mau copot aja. Dan ketika udah dapet, bahagianya sama waktu Biksu Tong berhasil sampe dan ngedapetin Kitab Sucinya. Lebay ??! Iya, gw emang lebay, secara punya tiket ke korea, punya duit cukup, udah booking hotel, punya itin okay, tapi nggak dapet Visa, itu berasa lu terjun bebas dari Namsan Tower tapi nggak bye bye, so nahan sakitnya itu bakalan lama dan bikin nyesek banget.

So, dari official website kedutaan besar Korea Selatan di Indonesia yang bisa agan agan atau aganwati kunjungi di sini, Dari situ syarat pembuatan Visa yang mesti kami siapakan adalah sebagai berikut.

  • Paspor Asli dan Fotokopi Paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi)
  • Formulir Aplikasi Visa (dengan satu lembar foto yang ditempel pada kolom foto)
  • Kartu Keluarga atau Dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan
  • Surat Keterangan Kerja dan Fotokopi SIUP Tempat Bekerja- Jika tidak bekerja tidak perlu menyertakan
  • Surat Keterangan Mahasiswa/Pelajar, bagi yang masih bersekolah

Fotokopi Bukti Keuangan, pilih salah satu:
* Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak RI
* Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak RI
* Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank
* Surat keterangan dan copy kartu membership golf
* Surat keterangan dan copy kartu membership hotel bintang 5
* Surat keterangan pemegang program jamsostek
* Slip gaji atau bukti tunjangan pensiun

Memang tidak tertulis di persyaratan ini, tapi baca baca cerita orang passpor nya harus berlaku minimal 6 bulan lagi, jika tidak maka pasti akan ditolak. Hal ini lah yang membuat kami mengalam sport jantung pertama. Mr Damz, Passpor nya akan segere expired >_< . Maka buru burulah kami menyuruhnya untuk memperpanjang passpornya, yang membuat tambah sulit lagi, KTP Mr Damz ini hilang mungkin sudah hampir setahun, tetapi tidak pernah diurus dengan alasa ingin menunggu e-KTP  nya jadi saja, dan yang juga nggak jelas kenapa nggak jadi-jadi tuh e-KTP. Karena Mr Damz ini asli Cirebon, maka dia pun harus bolak balik ke Cirebon untuk mengurus KTP ini, Celakanya lagi, orang yang berwenang untuk menandatangani KTP nya ini sedang ada acara di Jakarta sehingga perlu beberapa hari KTPnya ini selesai, dari keluar uang 50K IDR, tambah lagi 50K IDR untuk memperlicin agar cepat selesai, diminta tambah lagi biar tambah cepet, akhirnya semua dikembalikan karena si empunya tanda tangan toh nggak ada, jadi nggak mungkin bisa cepet jadinya. Hmmm, menderita sekali rasanya menunggu Mr Damz menyelesaikan semua urusan birokrasinya ini.

KTP jadi, proses mengurus passpor pun dikerjakan, untunglah tidak sepelik KTP nya, passpor jadi sesuai waktunya dan akhirnya Visa pun diajukan. Tapi sebelumnya Lil Sis, Big Sis, dan Miss Pepz sudah mengajukan pengajuan Visa ini terlebih dahulu, bahkan ketika hasilnya sudah keluar, birokrasi Mr Damz ini belum kunjung usai, makanya walaupun hasil sudah positif bisa berangkat, karena Mr Damz yang belum jelas nasibnya, jantung pun masih belum tenang detaknya.

Document for Apply Visa

Document for Apply Visa

So, apa saja yang kami siapakan? tentu saja sesuai persyaratan yang sudah tertera :

  1. Passpor asli dan fotokopi. Fotokopi hanya halaman identitas depan dan belakang serta halaman yang ada cap negara yang pernah dikunjungi.
  2. Foto uk 3.5 x 4.5 background putih, dengan jidat dan telinga terlihat jelas. Nggak yakin juga kalo muslim yang berjilbab bagaimana fotonya. Mungkin pengecualian untuk yang berjilbab telinga tidak keliatan nggak masalah.
  3. Kartu keluarga, Akte lahir asli dan fotokopi
  4. Minta Surat keterangan kerja ke kantor, dan tentu minta fotokopi SIUP. Tidak semua kantor yang bersedia memberikan fotokopi SIUP ke karyawan, karena di situ tertera nominal asset perusahaan. Perusahaan Big Sis aja nggak ngasih, untungnya perusahaan Lil Sis memperbolehkan kami memiliki  fotokopinya setelah Miss Pepz mati matian minta .
  5. Ke bank minta Rekening koran dan surat referensi. Kebetulan Lil Sis payroll nya di Mandiri jadi Lil Sis pergi ke bank Mandiri, prosesnya cepat untuk rekening korang, hari itu juga selesai, dikenakan fee 2500 per lembar. Untuksurat referensi perlu waktu 1 hari. Tapi pelayanannya oke dan cepat. Sedangkan Big Sis yang kebetulan di BCA sedikit suram hasilnya, rekeningkoran yang diterima ternyata cuma buku tabungan yang difotokopi kemudia dilegalisir. ckckckckc.
  6. fotokopi KTP, NPWP, Jamsostek
  7. Slip Gaji dan bukti potong SPT
  8. Mengisi application form yang bisa didownload di website kedubes juga.

Untuk pengurusan VISA ini ada yang bilang minimal uang di tabungan harus 30jt, harus 40 jt, harus 50 jt. Tapi menurut ku tidak ada patokan pasti harus berapa. Mungkin sekiranya saja, misal dalam 1 hari kita perlu 1jt, dan kita pergi 10 hari, maka di tabungan kita minimal harus 10jt. Kemudian rekening kita harus terlihat aktif, banyak transaksi yang terjadi, uang keluar masuknya jelas. Tidak ada dana siluman yang membuat rekening kita gendut tiba tiba. Jika sudah oke, masalah uang ini sepertinya tidak perlu dikhawatirkan.

Dokumen dokumen haruslah lengkap, walaupun bukti keuangan hanya diminta satu saja, jika kalian ada lebih, lebih baik dilampirkan saja. Khususnya Surat Pajak tahunan. Karena pernah baca baca di Kaskus, ada agan yang setelah beberapa hari apply ditelepon pihak kedubes untuk datang menyerahkan SPT nya, padahal bukti keuangan lain sudah disubmit. Tidak cuma 1 kasus beberapa kasus yang kami baca pernah mengalami disuruh membawa SPT nya lagi ke kedubes. Bahkan ada juga yang harus masuk ruang interview ketika mengajukan Visa. Hmm Serem ya.

Pengajuan VISA ini sudah seperti berurusan dengan  pergi atau nggak pergi, Visa ini lah kunci utama semua rencana kita berhasil atau nggak. VISA Korea hanya berlaku 90 hari / 3 bulan saja, jika pengajuan Visa kita ditolak, maka 3 bulan kemudian kita baru bisa apply lagi. Yang berarti kita sudah ketinggalan pesawat. So penantian menunggu Visa jadi itu seperti makan nasi pake garam saja, nggak bener bener hambar, cuma kurang rasa aja.

So, setelah persiapan VISA complete, Lil Sis dan Miss Pepz pergi ke kedubes untuk apply visa, apply visa bisa diwakilkan, jadi nggak perlu semuanya dateng. Lokasinya di Gatot Subroto, tepatnya di sini, di sebelah gedung Krakatau Steel. Ambil antrian dapet no 5. Tunggu dipanggil, liat kiri kanan banyak juga yang lagi ngurusin Visa, mau baca majalah, eh pake bahasa korea. Apa daya, padahal majalahnya gratis boleh dibawa pulang, tapi kalo pake bahasa Korea, mana bisa baca kita. Terus dipanggil deh. berdiri di loketnya, cuma ada lubang seukuran kantong doraemon yang dibalik buat kita berintraksi dengan mbak mbak petugas imigrasi yang duduk dibalik kaca. Serahkan semua dokumen, petugasnya mengecek satu satu. Semua persyaratan dokumen, itinerary, tiket pesawat, bukti booking hotel, kami lampirkan, tapi sayangnya lampiran kami semua dibuang. Hanya persyaratan yang tertera di website lah yang dia lihat. Setelah dicek sudah lengkap. Kami pun melakukan pembayaran. Ssambil menunggu petugas membuat kwitansi dan menandai aplikasi visa kami, datanglah petugas lain yang menempel pengumuman tepat disebelah kami yang berbunyi, semua tiket, bukti reservasi hotel tidak perlu diberikan ketika mengajukan VISA. Yang membuat kami sadar kenapa si mbak membuang lampiran kami yang tebalnya lebih tebal dari dokumen utama.

Setelah mbaknya selesai, dia memberikan kami kwitasi, dan mengatakan sekitar 7 hari VISA akan selesai, biasanya 5 hari selesai, tapi karena banyak sekali aplikasi yang masuk maka 7 hari baru bisa selesai. Seblum ambil harus telepon dulu biar datangya tidak sia sia. Jadilah penantian kami selama seminggu ini diwarnai dengan doa sebelum tidur, jantung yang gugup tapi excited, dan jeng jeng jeng Visa keluar, kami semua mendapatkan Visa. Benar benar bahagia sekali, ke Korea nya nggak jadi batal deh. hahahaha.

Setelah Visa Lil Sis, Big Sis, dan Miss Pepz keluar, saatnya penantian kapan Mr Damz Visanya jadi. Setelah sekitar 2 minggu sejaka Visa kami keluar, Mr Damz baru bisa mengajukan Visa nya. seminggu lagi penuh dag dig dug, udah merencakan trip ini sejak lama, pergi berempat, disupirin Mr Damz, bikin itin bareng, kalo sampe Mr Damz gagal berangkat kan, kurang lengkap lah trip kita ini. But, Alhamdulilah, doa doa anak manusia ini didengar, Mr Damz dapet, kami berempat lolos ke Korea hoooorreeee !!!!

Semoga tulisannya berguna ya.

By : Lil Sis

8 thoughts on “Traveling To Korea – Preparation – Apply Sendiri Visa South Korea

    • Sister's Stories says:

      Hi Lia
      Iya , biasanya sih diberikan sama kantor tiap tahun buat kita lapor pajak.
      Cuma kertas satu lemar kok, isinya ya pendapatan kita dari kantor, terus yang dikenain pajak dan pajakny berapa. Kira kira seperti itu.

  1. Lia says:

    Dear Sister’s Stories,
    Terima kasih untuk konfirmasinya, saya pikir harus melampirkan copy form 1770 S yang kita isi, karena kan sudah 2 thn ini pake efilling jadi bentuknya softcopy, bukti pelaporan pun kan di email kan oleh Dirjen Pajak dan bukan berupa hardcopy.

    • Sister's Stories says:

      Dear Lia,
      spt pph 21 itu cuma salah satu opsi aja untuk melengkapi bukti keuangan. Jadi bisa diganti dengan slip gaji atau rekening koran. Lil Sis sendiri waktu mengajukan visa, untuk bukti keuangan hanya menyerahkan rekening koran saja, slip gaji dan spt tidak diserahkan.
      Namun, kalau memang ada, serahkan aja semuanya.

  2. fanny fristhika nila says:

    oh…. itu malah bukti penginapan ga diminta ya mba…. soalnya kan aku td sempet nanya di postingnmu ttg air bnb, agak kuatir apa penginapan airbnb itu ga bakal jd mslh, secara regulasinya blm legal utk semua negara… jd msh ragu kalo book lwt situ..tapi kalo ga diliat, ya mdning aku ttp booking di sana aja😀.. secara memang jauuuh lbh murah ;p

    • Sister's Stories says:

      Iya, emang lebih murah sih. aku juga udah 2x ke Korea, nginepnya selalu cari di airbnb.
      Kalo apply visa biasanya pasti kita merasa insecure kan, takut ditolak. Makanya biasanya semua bukti yang menguatkan kita jelas keberadaannya di sana, kita lampirin. AKu juga waktu appli visa pertama semua aku kasih. Apply visa kedua juga. Tapi tepat di depan mukaku, dibuang semua ke bawah meja berkas berkas tiket dan booking penginapan. Hahahaha. Jadi mending fokus siapin yang diminta di persyaratan aja. Kalos emuanya terpenuhi dan nggak ada yang aneh, pasti lolos deh. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s