Autumn in Korea – Departure

Setelah di postingan sebelumnya, Lil Sis sudah menceritakan pengalaman kami mempersiapkan apa aja yang sekiranya diperlukan untuk ke Korea, It’s time for tell you our story there. Tentunya dimulai dari hari keberangkatan kami. Kami berangkat hari Kamis, pesawat kami Air Asia akan terbang malam hari, transit di malaysia, kemudian baru terbang lagi ke Korea, tiba di sana pagi hari.

Jadi untuk menghemat cuti, Lil sis pun tetap masuk ke kantor Kamis paginya, tetapi izin pulang cepat sekitar jam 2 siang. Mandi, makan malam yang lebih awal, Lil Sis dan Big Sis pun berangkat ke bandara. Kebetulan Lil sis dan Big Sis tinggal dekat dengna bandara, biasanya 15-20 menit naik mobil sudah sampai di bandara. Sehingga kami pun merasa tidak usah terlalu buru buru berangkat. Tapi kemudian Miss Pepz pun menghubungi kalau dia dan Mr Damz sudah jalan ke bandara. Tidak enak mereka harus menunggu kami, maka berangkatlah kami ke bandara. Untunglah kami memutuskan untuk berangkat lebih cepat, karena macet sekali. Bukan macet menuju bandaranya, tetapi macet di dalam bandaranya. Setelah melewati patuh Soekarno dan Hatta, taxi kami pun stuck tidak bergera. Ada apa gerangan, kami cuma bisa bertanya tanya, banyaknya abang ojek yang menawarkan diri di sisi jalan sudah benar-benar menggoda kami, tapi dengan koper yang besar danbadan kami yang juga besar, kami pun berpikir dua kali untuk naik ojek Sampai akhirnya supir taxi kami ang juga sudah tidak sabar menghadipi macet ini pun membelokkan mobilnya ke sisi kiri dan mulai melaju kencan gmelewati bahu jalan. Dan sampailah kami di bandara terminal 3. Di mana Miss Pepz dan Mr damz yang sudah sampai terlebih dahulu sedang menyantap makan malam mereka.

Setelah mereka selesai makan, naiklah kami ke ruang tunggu. Di runag tunggu, kebetulan ada outlet batik Keris, kami pun ampir sebentar untuk membeli kenang kenangan untuk Host kami selama di Korea. Setelah bingung mau beli batik, takut nggak cukup, akhirnya kami pun membeli wayang wayangan kecil. sambil menunggu tentu saja kami tak lupa berfoto foto ria, selfie, wefie, taking photo every time when we bored. Jangan bingung kenapa di foto narsis kami ini tidak ada Mr damz. Karena dia sedang sibuk menimbang tasnya. So, Mr damz ini tidak mau membeli bagasi. But, dia membawa tas yang banyak, sedangkan yang diperbolehkan masuk kebain itu hanya 1 tas jinjng + 1 koper (cabin size) dengan berat tidak boleh lebih dari 7,5 kg but dia punya 3 tas, 1 backpack, 1 koper cabin size, dan 1 lagi tas jinjing. So, dia sedang sibuk mendistribusikan barang barang di kopernya yg beratnya melebihi 10 kg, ke tas nya yg lain, dan tentu saja nantinya akan kami bantu bawakan karena jumlah tasnya yang berlebihan. Kebetulan di ruang tunggu terdapat timbangan, so ketika kami cewek cewek sibuk narsis, dia sibuk menimbang bawaannya yg merepotkan itu.

waitingSo, I introduce you, Me the prettiest one😛, Big Sis the girl in the middle using black , and Miss Pepz using the blue one. And Mr damz yang ntah ke mana. Di ruang tunggu , sebelum berangkat ke Korea, jangan lupa telepon orang terdekatmu, we don’t know what will be happened to us in this trip, so I call my mom and my dad, say that I will go now, basa basi  bertanya mau oleh oleh apa, dan lain lain. Sent message to my aunt and my bigger sis. Make they pray for our trip. Ini bukan pesimis, mengganggap something bad akan terjadi, cuma selama 14 hari ke depan aku mungkin akan kesusahan menghubungi mereka, mereka mungkin khawatir nasib anaknya di negeri orang, so to make sure mereka tenang akan anak-anaknyaWe did it.

Air Asia CGK - KUL

Air Asia CGK – KUL

Tiba waktunya kami naik ke dalam pesawat. Menaiki bus hingga ke depan pesawat. Kami pun akhirnya bisa duduk di kursi kami. Karena check in di waktu yang berbeda, Lil Sis dan Big Sis duduk berdampingan, miss Pepz dan Mr damz juga duduk berdampingan. But luckily tetap dekat, ka tepat duduk di kursi di depan mereka. So, we fly to Kuala Lumpur, Malaysia. Karena penerbangan malam, dan malam sebelumnya tidak bisa tidur nyenyak karena nervous, so memejamkan mata langsung kami lakukan, walaupun tidak benar benar tidur or just tidur ayam.

Tak lama,  kami pun sampai ke KL. Turun dari pesawat, dan berjalan ke ruang tunggu kami selanjutnya untuk menanti pesawat yang akan membawa kami ke Korea ready. sesampainya di ruang tunggu, area ruang tunggunya masih dibatasi oleh garis dilarang masuk. Sekitar 15 menit kami hanya berdiri di depan area tunggu, sambil mengamati sekitar. Ada pojok yang berisi colokan untuk charge your battery., banyak yg mulai mencharging gadget nya, dari handphonenya hingga notebook nya. Mr damz yang jug a mau ikutan pun sudah tidak dapat colokan kosong lagi. But, don’t worry, setelah kami berhasil masuk ke ruang tunggu, kami pun membuka station pengisian battery sendiri.

Charge ur batt

Charge ur batt

kul-waiting-roomtak terlalu lama, kami pun disuruh masuk ke pesawat. Di dalam pesawat Lil Sis, Big Sis, dan Miss Pepz duduk dibagian ekor pesawat. Benar benar di bagian belakng, dimana pramugari menyiapkan makanan dan bergosip ria ketika tidak ada pekerjaan. So, It’s smell so good when they prepare food, and membuat cacing cacing di perut ini meronta. Sedangkan Mr Damz duduk sangat jauh di depan. Sepertinya pembagian ini berdasarkan kami bertiga memesan makanan di pesawat, sedangkan Mr Damz tidak, sehingga tempat duduknya terpisah dari kami.

aa-cabinPerjalanan dari Kuala Lumpur ke Busan,Korea cukup memakan waktu, perkiraan kami akan sampai di pagi hari. So, we must sleep, so we have energy to walking around ketika sudah samapai di Busan. But, tempat duduknya sempit sekali, kaki seakan tidak bisa digerakkan, sungguh tidak nyaman, tidur pun tak enak, mana berisik dari pramugarinya. Efeknya badan pun pegal pegal, beragam gaya sudah dicoba biar nyama, tapi tak satu pun yang benar benar membuat kita pulas tertidur.

Setelah berjam jam tidur bangun tidur bangun di pesawat, kami pun sampai juga di Busan. AKhirnya bisa meluruskan badan dan kaki juga. Ini penerbangan terlama yang penah aku lalui sejauh ini, dan sungguh melelahkan karena kursinya yang tidak nyaman. Tapi apa bisa dikata, kalo tiketnya murah yah begini lah yang didapat, kalau mau nyaman mesti menggunakan airlines yang mahal juga.

So, this post is over. Aku akan melanjutkannya di postingan ku selanjutnya. Stay tuned ya.

By : Lil Sis

2 thoughts on “Autumn in Korea – Departure

  1. fanny fristhika nila says:

    aku nanti ke koreanya itu dr jepang mba.. jd berangkat kesana dgn maskapai budget Peach kepunyaan jepang.. ga tau deh bakal sesempit apa ;p.. mengingat ya org jepang kan mungil2😀.. tp jaraknya kan cuma dket dr osaka ke seoul, so, ditahanin dikitlah kalo pegel ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s